Kesempurnaan Dalam Beragama adalah Mengenal Perbuatan Allah, Asma Allah, Sifat Allah, Dzat Allah

Beramal Berilmu

  

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala amal ibadah yang dilakukan tanpa didasari ilmu dapat kehilangan nilai di sisi Allah, bahkan dapat mengantarkan seseorang kepada kekeliruan. Oleh karena itu, setiap Muslim diwajibkan menuntut ilmu sebagai pedoman dalam beribadah kepada Allah SWT.

Dalam ajaran Islam dikenal empat tahapan ilmu yang saling berkaitan, yaitu:

1. Syariat
Syariat adalah ilmu untuk mengetahui ketentuan-ketentuan Allah dan Rasul-Nya yang terdapat dalam Al-Qur'an dan hadis, meliputi ilmu fikih, adab, akhlak, dan berbagai hukum Islam lainnya.

2. Tarekat
Tarekat adalah mengamalkan syariat yang telah diketahui dengan penuh keikhlasan semata-mata karena Allah SWT, sehingga ilmu yang dipelajari benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Hakikat
Hakikat adalah buah dari pengamalan syariat dan tarekat yang melahirkan pemahaman tentang kebenaran sejati, sehingga hati semakin dekat kepada Allah SWT.

4. Ma'rifat
Ma'rifat berarti mengenal Allah SWT. Seseorang tidak mungkin mencintai sesuatu yang tidak dikenalnya. Sebagaimana pepatah mengatakan, "Tak kenal maka tak cinta." Dengan ma'rifat, seorang hamba akan semakin mencintai Allah SWT dan beribadah dengan penuh kesadaran.

Keempat ilmu tersebut merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi dalam perjalanan seorang hamba menuju Allah SWT. Syariat menjadi dasar, tarekat menjadi jalan pengamalan, hakikat menjadi pemahaman bathin, dan ma'rifat menjadi puncak pengenalan kepada Allah.

Sebagian ulama hakikat mengingatkan bahwa memisahkan salah satu dari keempat tahapan tersebut dapat menyebabkan tidak adakn mendapatkan kesempurnaan  dalam memahami dan mengamalkan agama. Karena itu, seorang Muslim hendaknya berusaha mempelajari dan mengamalkannya secara seimbang sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an, sunah, dan bimbingan para ulama kenamaan Murobbi.

Di tengah masyarakat, masih ada anggapan bahwa ilmu hakikat dan ma'rifat perlu dipelajari ketika usia telah lanjut. Pandangan ini perlu disikapi kurang bijaksana. karna berpulang kerahmatullah itu tidak pada usia lanjut. Anak yang muda, remaja, dewasa apabila sudah tiba waktu ajal menjemputnya. hidupnya berpindah alam dari alam dunia berpindah ke alam kubur. Menuntut ilmu adalah kewajiban sepanjang hayat. Semakin dini seseorang belajar dan mengamalkan ilmu agama, semakin baik bekalnya dalam menjalani kehidupan dan beribadah kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya."
(QS. Al-Isra' ayat 36)

Allah SWT juga berfirman:

"Dan barang siapa di dunia ini buta (dari petunjuk), maka di akhirat dia akan lebih buta dan lebih tersesat jalannya."
(QS. Al-Isra' ayat 72)

Marilah kita bersungguh-sungguh menuntut ilmu agar setiap ibadah yang kita lakukan bernilai di sisi Allah SWT. Dengan ilmu, kita akan mengetahui tujuan hidup yang sebenarnya, memperoleh ketenangan hati, serta mampu menjalani kehidupan sesuai dengan petunjuk hidayah Allah hingga akhir hayat.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.